Ruang Publik Kota Ho Chi Minh
Dear reader!
Kali ini saya akan menceritakan
tentang pengalaman saya menggunakan ruang publik di Vietnam pada akhir tahun
2012.
Pagi hari pertama saya di Vietnam,
saya memutuskan berjalan kaki di sekitar Bien Dinh Market, kebetulan hotel saya
berlokasi di pusat kota dan dekat pasar terbesar di Vietnam tersebut. Jalur pejalan
kaki di sekitar Kota Ho Chi Minh nyaman untuk dilalui. Pohon-pohon rindang dan
boks-boks bunga menghilangkan lelah pejalan kaki. Jalur pejalan kaki di pusat kota
vietnam menurut saya cukup “multi fungsi”. Tidak hanya digunakan sebagai jalur pejalan
kaki, tetapi ruang tersebut juga digunakan untuk makan/minum kopi (sama hal
dengan pedagang kaki lima di Indonesia), ruang parkir motor bahkan tempat
menunggu lampu merah pengguna sepeda motor.
| Jalur pejalan kaki yang menyenangkan |
Taman di ruang publik Kota Ho Chi Minh terawat dan tersebar di berbagai titik. Pemandu tur kami yang asli orang Vietnam mengatakan taman sengaja banyak dibangun dan dirawat sebagai “tempat pelarian” masyarakat untuk menghindari kejenuhan ataupun mengurangi stress. Taman berfungsi sebagai tempat bertemu, tempat anak-anak bermain, atau sekedar mencari ruang gerak lebih luas. Perlu diketahui bahwa luas rumah-rumah di Ho Chi Minh rata-rata hanya sekitar 68m2, sehingga mereka membutuhkan ruang gerak yang lebih luas dan bebas.
| Taman Kota Ho Chi Minh di Depan Balai Kota |
| Jalur pejalan kaki benar-benar multi fungsi! |
Di hari kedua saya mengujungi pameran foto di tengah taman kota. Institusi yang mengadakan pameran ini berasal dari Van Hoa Cua Minh dan The Institute for Studies of Society Economy and Environment (www.isee.org.vn). Tema yang diangkat dalam pameran foto ini adalah kebudayaan asli dari berbagai penjuru Vietnam. Foto-foto ini menjadi media mengenal Budaya Vietnam dalam waktu singkat! Baik untuk masyarakat Vietnam maupun turis mancanegara. Penyelenggara juga memiliki comment board agar pengujung bisa memberikan umpan balik mengenai keseluruhan pameran.
| Pameran Foto Kebudayaan Vietnam |
Komentar