Air Terjun Benowo Kalisidi dan Lawe
Dua air terjun ini berada pada satu lokasi di Desa Kalisidi, Sekaran, Gunung Pati, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, berjarak sekitar ±30 km dari pusat Kota Semarang Simpang Lima.
Banyak jalan yang dapat ditempuh
untuk menuju lokasi ini, tetapi saya memilih Jalan Pramuka di Kabupaten
Semarang. Kami mengikuti Jalan Pramuka hingga habis, bertemu pertigaan kemudian
belok ke kiri arah Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES), sekitar 500
meter dari pertigaan ada papan penunjuk arah Curug (red: air terjun)
Lawe-Benowo ambil ke kanan. Perjalanan dilanjutkan melewati perkebunan PT.Cengkih
Zanzibar, kita sampai di pelataran parkir untuk menitipkan motor. Biaya parkir
dan masuk ditarik oleh petugas di pelataran parkir, untuk parkir motor Rp
2.000,00, untuk tiket masuk per orang kalau tidak salah ingat Rp 4.000,00
- cmiiw, murah kan :) -
Ibarat sekali mendayung dua pulau terlampaui, kita bisa dapet dua air
terjun cantik dalam satu lokasi. Untuk mendatangi lokasi jatuhnya para bidadari
(eh lebay) harus olahraga dikit, disarankan pakai sendal outdoor bukan high
heel atau wedge ya, catet! karena saya lumayan kaget ada mbak-mbak yang nekat
pakai wedge kesini, wah bisa pegel mbak yu.
Tracking menuju air terjun kurang
lebih 45 menit! Jalan menuju air terjun ada dua medan, medan pertama menyusuri
saluran irigasi dan jembatan kayu yang kondisinya agak memprihatinkan dan
maksimal hanya boleh dilewati 10 orang. Medan berikutnya kita melewati hutan
heterogen yang ciamik dan perkebunan kopi. FYI terdapat beberapa spot untuk
melihat polah laku monyet-monyet -tapi sampai pulang saya belum berjumpa satupun
dengan teman lama ini :( - Pada tengah perjalanan terdapat dua papan
petunjuk dan kita diharuskan memilih air terjun mana yang akan kita kunjungi
terlebih dahulu.
Saya memutuskan untuk ambil air terjun Lawe terlebih dahulu. Air Terjun Lawe cukup eksotis karena bentuknya setengah lingkaran dan cahaya matahari jatuh menerangi sebagian air terjun. Air turun melewati semua sela batuan membuat perasaan damai dengan gemericiknya. Ketinggian air terjun sekitar 30 meter mengundang anda untuk berenang di sekitarnya (dengan catatan harus berhati-hati karena banyak di sekitar air terjun patahan dahan pohon yang kemungkinan berasal dari atas). Sayangnya ruang ganti, musholla dan toilet kurang dekat dengan air terjun dan anda harus jalan kembali ke arah masuk sekitar 15 menit untuk ketemu fasilitas tersebut.
Untuk menuju ke Air Terjun Benowo Kalisidi diperlukan waktu tracking sekitar 15-20 menit dari Air Terjun Lawe. Untuk air terjun ini cenderung lebih sepi dibandingkan dengan Lawe dan tidak disarankan untuk main/mandi di bawah air terjun karena area berenang sempit dan air terjunnya cukup tinggi + super dingin + batuannya licin. Cukup dinikmati sambil foto-foto narsis sebagai kenang-kenangan. Di dekat air terjun ini ada penjual pop mie/kopi/air jahe, lumayan buat anget-anget badan.
| Medan awal menuju Air Terjun Lawe |
Saya memutuskan untuk ambil air terjun Lawe terlebih dahulu. Air Terjun Lawe cukup eksotis karena bentuknya setengah lingkaran dan cahaya matahari jatuh menerangi sebagian air terjun. Air turun melewati semua sela batuan membuat perasaan damai dengan gemericiknya. Ketinggian air terjun sekitar 30 meter mengundang anda untuk berenang di sekitarnya (dengan catatan harus berhati-hati karena banyak di sekitar air terjun patahan dahan pohon yang kemungkinan berasal dari atas). Sayangnya ruang ganti, musholla dan toilet kurang dekat dengan air terjun dan anda harus jalan kembali ke arah masuk sekitar 15 menit untuk ketemu fasilitas tersebut.
![]() |
| Air Terjun Lawe |
![]() |
| Air Terjun Lawe |
![]() |
| Air Terjun Benowo Kalisidi diambil dari jarak 100 meter |
Sampai disini cerita jalan-jalan ke
dua air terjun super cantik ini, wajib anda kunjungi kalau mampir ke Kota
Semarang. Saran saya jika anda ingin mengunjungi air terjun ini sebaiknya
dilakukan selain hari libur supaya bisa menikmati kecantikan alam ini dengan
lebih tenang. Sebelum
pulang kembali tidak lupa saya keluarkan plastik tempat jajan dan mencoba
memungut sampah sejauh mata memandang saat kembali menuju pelataran parkir
motor.
Thanks a bunch for Danang Anggit
Wijaya, my best partner ever!
Tanggal kunjungan ke lokasi 23 Juli 2015
Tanggal kunjungan ke lokasi 23 Juli 2015



Komentar